Ketika berkomunikasi secara tertulis, penting bagi kita untuk menggunakan kosakata yang tepat dan baku. Penggunaan kosakata baku membantu memperjelas pesan yang ingin disampaikan dan meningkatkan pemahaman antara pembaca dan penulis. Dalam Bahasa Indonesia, terdapat beberapa kosakata yang tidak baku yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata tidak baku dan perubahan yang dapat dilakukan untuk mengubahnya menjadi kosakata baku.
1. ‘Gue’ menjadi ‘Saya’:
Kosakata ‘gue’ merupakan bentuk tidak baku yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari sebagai pengganti kata ‘saya’. Untuk mengubahnya menjadi kosakata baku, sebaiknya menggunakan kata ‘saya’.
Contoh: ‘Gue pergi ke sekolah’ menjadi ‘Saya pergi ke sekolah’.
2. ‘Kamu’ menjadi ‘Anda’:
Kosakata ‘kamu’ sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada orang kedua tunggal. Namun, dalam penulisan yang lebih formal, sebaiknya digunakan kata ‘Anda’.
Contoh: ‘Kamu bisa membantu saya?’ menjadi ‘Anda bisa membantu saya?’
3. ‘Nge-…’ menjadi ‘…-an’:
Kosakata yang menggunakan awalan ‘nge-‘ seperti ‘ngecas’ atau ‘ngeprint’ merupakan kosakata tidak baku. Untuk mengubahnya menjadi kosakata baku, kita dapat menggunakan akhiran ‘-an’.
Contoh: ‘Ngecas ponsel’ menjadi ‘Mengisi ulang ponsel’.
4. ‘Dah’ menjadi ‘Sudah’:
Kosakata ‘dah’ digunakan sebagai pengganti kata ‘sudah’. Untuk mengubahnya menjadi kosakata baku, sebaiknya menggunakan kata ‘sudah’.
Contoh: ‘Dah makan?’ menjadi ‘Sudah makan?’
5. ‘Laper’ menjadi ‘Lapar’:
Kosakata ‘laper’ digunakan untuk menyatakan rasa lapar secara tidak baku. Untuk mengubahnya menjadi kosakata baku, kita dapat menggunakan kata ‘lapar’.
Contoh: ‘Gue laper, mau makan apa?’ menjadi ‘Saya lapar, mau makan apa?’
Perubahan kosakata tidak baku menjadi kosakata baku penting dilakukan agar tulisan kita lebih terstandar dan lebih mudah dipahami oleh pembaca. penggunaan kosakata baku juga memberikan kesan formal dan profesional dalam komunikasi tertulis.
Dalam berkomunikasi, kita perlu memahami bahwa konteks penggunaan kosakata juga berperan penting. Dalam percakapan sehari-hari dengan teman dekat atau keluarga, penggunaan kosakata tidak baku mungkin lebih umum. Namun, dalam konteks formal seperti tulisan akademik atau bisnis, penting untuk menggunakan kosakata baku.
Dengan cermat memperhatikan dan mengubah kosakata tidak baku menjadi kosakata baku, kita dapat meningkatkan kualitas tulisan kita dan meningkatkan pemahaman antara penulis dan pembaca.
Senin, 31 Juli 2023
Ceritakan Pengalamanmu Saat Kamu Lupa Mengerjakan Tugas Dari Guru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (189)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (560)